Pages

Tampilkan postingan dengan label Alat-alat Optik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alat-alat Optik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2015

Mikroskop elektron

220px-Electron_Microscope          mikroskop3

Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu untuk melakukan pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statikdan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.
Ada banyak macam mikroskop elektron dengan cara kerja yang berbeda pula. Berikut ini adalah jenis mikroskop elektron yang biasa digunakan saat ini.
·         Mikroskop transmisi elektron (TEM)
Pengertian
Mikroskop transmisi elektron (Transmission electron microscope-TEM) adalah sebuah mikroskop elektron yang cara kerjanya mirip dengan cara kerja proyektor slide, di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar.
Cara kerja
Mikroskop transmisi eletron saat ini telah mengalami peningkatan kinerja hingga mampu menghasilkan resolusi hingga 0,1 nm (atau 1 angstrom) atau sama dengan pembesaran sampai satu juta kali. Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop transmisi elektron ini.
Adanya persyaratan bahwa “obyek pengamatan harus setipis mungkin” ini kembali membuat sebagian peneliti tidak terpuaskan, terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dengan serta merta dipertipis. Karena itu pengembangan metode baru mikroskop elektron terus dilakukan.
Preparasi sediaan
Agar pengamat dapat mengamati preparat dengan baik, diperlukan persiapan sediaan dengan tahap sebagai berikut :
1. melakukan fiksasi, yang bertujuan untuk mematikan sel tanpa mengubah struktur sel yang akan diamati. fiksasi dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa glutaraldehida atau osmium tetroksida.
2. pembuatan sayatan, yang bertujuan untuk memotong sayatan hingga setipis mungkin agar mudah diamati di bawah mikroskop. Preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan mikrotom. Umumnya mata pisau mikrotom terbuat dari berlian karena berlian tersusun dari atom karbon yang padat. Oleh karena itu, sayatan yang terbentuk lebih rapi. Sayatan yang telah terbentuk diletakkan di atas cincin berpetak untuk diamati.
3. pelapisan/pewarnaan, bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Pelapisan/pewarnaan dapat menggunakan logam berat seperti uranium dan timbal.
·         Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM) adalah merupakan salah satu tipe yang merupakan hasil pengembangan dari mikroskop transmisi elektron (TEM).Pada sistem STEM ini, electron menembus spesimen namun sebagaimana halnya dengan cara kerja SEM, optik elektron terfokus langsung pada sudut yang sempit dengan memindai obyek menggunakan pola pemindaian dimana obyek tersebut dipindai dari satu sisi ke sisi lainnya (raster) yang menghasilkan lajur-lajur titik (dots)yang membentuk gambar seperti yang dihasilkan oleh CRT pada televisi / monitor.
·         Mikroskop pemindai elektron (SEM)
Mikroskop pemindai elektron (SEM) yang digunakan untuk studi detail arsitektur permukaan sel (atau struktur jasad renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi.
Cara kerja
Cara terbentuknya gambar pada SEM berbeda dengan apa yang terjadi pada mikroskop optic dan TEM. Pada SEM, gambar dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut dipindai dengan sinar elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT(cathode ray tube). Di layar CRT inilah gambar struktur obyek yang sudah diperbesar bisa dilihat. Pada proses operasinya, SEM tidak memerlukan sampel yang ditipiskan, sehingga bisa digunakan untuk melihat obyek dari sudut pandang 3 dimensi.
Preparasi sediaan
Agar pengamat dapat mengamati preparat dengan baik, diperlukan persiapan sediaan dengan tahap sebagai berikut :
1. melakukan fiksasi, yang bertujuan untuk mematikan sel tanpa mengubah struktur sel yang akan diamati. fiksasi dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa glutaraldehida atau osmium tetroksida.
2. dehidrasi, yang bertujuan untuk memperendah kadar air dalam sayatan sehingga tidak mengganggu proses pengamatan.
3. pelapisan/pewarnaan, bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Pelapisan/pewarnaan dapat menggunakan logam mulia seperti emas dan platina.
D. Mikroskop pemindai lingkungan elektron (ESEM)
Mikroskop ini adalah merupakan pengembangan dari SEM, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut Environmental SEM (ESEM) yang dikembangkan guna mengatasi obyek pengamatan yang tidak memenuhi syarat sebagai obyek TEM maupun SEM.
Obyek yang tidak memenuhi syarat seperti ini biasanya adalah bahan alami yang ingin diamati secara detail tanpa merusak atau menambah perlakuan yang tidak perlu terhadap obyek yang apabila menggunakat alat SEM konvensional perlu ditambahkan beberapa trik yang memungkinkan hal tersebut bisa terlaksana.
Cara kerja
Pertama-tama dilakukan suatu upaya untuk menghilangkan penumpukan elektron (charging) di permukaan obyek, dengan membuat suasana dalam ruang sample tidak vakum tetapi diisi dengan sedikit gas yang akan mengantarkan muatan positif ke permukaan obyek, sehingga penumpukan elektron dapat dihindari.
Hal ini menimbulkan masalah karena kolom tempat elektron dipercepat dan ruangfilamen di mana elektron yang dihasilkan memerlukan tingkat vakum yang tinggi. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan memisahkan sistem pompa vakum ruang obyek dan ruang kolom serta filamen, dengan menggunakan sistem pompa untuk masing-masing ruang. Di antaranya kemudian dipasang satu atau lebih piringan logamplatina yang biasa disebut (aperture) berlubang dengan diameter antara 200 hingga 500 mikrometer yang digunakan hanyauntuk melewatkan elektron , sementara tingkat kevakuman yang berbeda dari tiap ruangan tetap terjaga.
Teknik pembuatan preparat yang digunakan pada mikroskop elektron
Materi yang akan dijadikan objek pemantauan dengan menggunakan mikroskop elektron ini harus diproses sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu sampel yang memenuhi syarat untuk dapat digunakan sebagai preparat pada mikroskop elektron.
Teknik yang digunakan dalam pembuatan preparat ada berbagai macam tergantung pada spesimen dan penelitian yang dibutuhkan, antara lain :
  • Kriofiksasi yaitu suatu metode persiapan dengan menggunakan teknik pembekuan spesimen dengan cepat yang menggunakan nitrogen cair ataupunhelium cair, dimana air yang ada akan membentuk kristal-kristal yang menyerupai kaca. Suatu bidang ilmu yang disebut mikroskopi cryo-elektron (cryo-electron microscopy) telah dikembangkan berdasarkan tehnik ini. Dengan pengembangan dari Mikroskopi cryo-elektron dari potongan menyerupai kaca (vitreous) atau disebut cryo-electron microscopy of vitreous sections (CEMOVIS), maka sekarang telah dimungkinkan untuk melakukan penelitian secara virtual terhadap specimen biologi dalam keadaan aslinya.
  • Fiksasi – yaitu suatu metode persiapan untuk menyiapkan suatu sampel agar tampak realistik (seperti kenyataannya ) dengan menggunakan glutaraldehiddan osmium tetroksida.
  • Dehidrasi – yaitu suatu metode persiapan dengan cara menggantikan air dengan bahan pelarut organik seperti misalnya ethanol atau aceton.
  • Penanaman (Embedding) – yaitu suatu metode persiapan dengan cara menginfiltrasi jaringan dengan resin seperti misalnya araldit atau epoksi untuk pemisahan bagian.
  • Pembelahan (Sectioning)- yaitu suatu metode persiapan untuk mendapatkan potongan tipis dari spesimen sehingga menjadikannya semi transparanterhadap elektron. Pemotongan ini bisa dilakukan dengan ultramicrotomedengan menggunakan pisau berlian untuk menghasilkan potongan yang tipis sekali. Pisau kaca juga biasa digunakan oleh karena harganya lebih murah.
  • Pewarnaan (Staining) – yaitu suatu metode persiapan dengan menggunakan metal berat seperti timah, uranium, atau tungsten untuk menguraikan elektron gambar sehingga menghasilkan kontras antara struktur yang berlainan di mana khususnya materi biologikal banyak yang warnanya nyaris transparan terhadap elektron (objek fase lemah).
  • Pembekuan fraktur (Freeze-fracture) – yaitu suatu metode persiapan yang biasanya digunakan untuk menguji membran lipid. Jaringan atau sel segar didinginkan dengan cepat (cryofixed) kemudian dipatah-patahkan atau dengan menggunakan microtome sewaktu masih berada dalam keadaan suhu nitrogen ( hingga mencapai -100% Celsius).
Patahan beku tersebut lalu diuapi dengan uap platinum atau emas dengan sudut 45 derajat pada sebuah alat evaporator en:evaporator tekanan tinggi.
  • Ion Beam Milling – yaitu suatu metode mempersiapkan sebuah sampel hingga menjadi transparan terhadap elektron dengan menggunakan cara pembakaranion( biasanya digunakan argon) pada permukaan dari suatu sudut hingga memercikkan material dari permukaannya. Kategori yang lebih rendah dari metode Ion Beam Milling ini adalah metode berikutnya adalah metodeFocused ion beam milling, dimana galium ion digunakan untuk menghasilkan selaput elektron transparan pada suatu bagian spesifik pada sampel.
  • Pelapisan konduktif (Conductive Coating) – yaitu suatu metode mempersiapkan lapisan ultra tipis dari suatu material electrically-conducting . Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya akumulasi dari medan elektrik statis pada spesimen sehubungan dengan elektron irradiasi sewaktu proses penggambaran sampel. Beberapa bahan pelapis termasuk emas, palladium(emas putih), platinum, tungsten, graphite dan lain-lain, secara khusus sangatlah penting bagi penelitian spesimen dengan SEM.
E. Mikroskop refleksi elektron (REM)
Reflection Electron Microscope (REM), adalah mikroskop elektron yang memiliki cara kerja yang serupa dengan cara kerja TEM, namun sistem ini menggunakan deteksi pantulan elektron pada permukaan objek. Tehnik ini secara khusus digunakan dengan menggabungkannya dengan tehnik refleksi difraksi elektron energi tinggi (Reflection High Energy Electron Diffraction) dan tehnik Refleksi pelepasan spektrum energi tinggi (reflection high-energy loss spectrum – RHELS)
F. Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM)
Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM) ini adalah merupakan Variasi lain yang dikembangkan dari teknik yang sudah ada sebelumnya, dan digunakan untuk melihat struktur mikro dari medan magnet.
Pembuatan film dengan mikroskop ESEM
Dengan melakukan penambahan peralatan video maka pengamat dapat melakukan pengamatan dengan mikroskop elektron secara terus menerus pada obyek yang hidup.
Sebuah perusahaan film dari Perancis bahkan berhasil merekam kehidupan makhluk kecil dan memfilmkannya secara nyata. Dari beberapa film yang dibuat, film berjudul Cannibal Mites memenangkan beberapa penghargaan di antaranya Edutainment Award (Jepang 1999), Best Scientific Photography Award (Perancis 1999), dan Grand Prix Best Popular and Informative Scientific Film (Perancis 1999). Film ini ditayangkan juga di stasiun televisi Zweites Deutsches Fernsehen Jerman, Discovery Channel di AS dan Britania Raya. Kini perusahaan yang sama tengah menggarap film seri berjudul “Fly Wars” yang rata-rata memakai sekitar lima menit pengambilan gambar dengan ESEM Pada film tersebut dapat dilihat dengan detail setiap lembar bulu yang dimiliki lalat dalam pertempurannya.
Komponen-komponen mikroskop terdiri dari:
1.          Lensa okuler
Merupakan bagian yang dekat dengan mata pengamat saat mengamati objek. Lensa okuler terpasang pada tabung atas mikroskop. Perbesaran pada lensa okuler ada tiga macam, yaitu 5x, 10x, dan 12,5x.
2.          Tabung mikroskop
Merupakan penghubung lensa okuler dan lensa objektif. Tabung terpasang pada bagian bergerigi yang melekat pada pegangan mikroskop sebelah atas. Melalui bagian yang bergerigi, tabung dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.
3.          Makrometer (sekrup pengarah kasar)
Merupakan komponen untuk menggerakkan tabung mikroskop ke atas dank e bawah dengan pergeseran besar.
4.          Mikrometer (sekrup pengarah halus)
Merupakan komponen untuk menggerakkan tabung ke atas dan ke bawah dengan pergeseran halus.
5.          Revolver
Merupakan pemutar lensa untuk menempatkan lensa objektif yang dikehendaki.
6.          Lensa objektif
Merupakan komponen yang langsung berhubungan dengan objek atau specimen. Lensa objektif terpasang pada bagian bawah revolver.
Perbesaran pada lensa objektif bervariasi, bergantung pada banyaknya lensa objektif pada mikroskop. Misalnya, ada perbesaran lensa objektif 10x dan 40x (mikroskop dengan dua lensa objektif); 4x, 10x, dan 40x (mikroskop dengan tiga lensa objektif); dan 4x, 10x, 45x, dan 400x (mikroskop dengan empat lensa objektif).
7.          Panggung mikroskop
Merupakan meja preparat atau tempat sediaan obek/specimen.
Pada bagian tengah panggung mikroskop terdapat lubang untuk jalan masuk cahaya ke mata pengamat.
Panggung digunakan untuk meletakkan sediaan objek atau specimen. Pada panggung terdapat dua penjepit untuk menjepit object glass. Pada beberapa mikroskop lain, panggung dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.
8.          Diafragma
Merupakan komponen untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk melalui lubang pada panggung mikroskop. Diafragma ini terpasang pada bagian bawah panggung mikroskop.
9.          Kondensor
Merupakan alat untuk memfokuskan cahaya pada objek atau specimen. Alat ini terdapat di bawah panggung.
10.      Lengan mikroskop
Merupakan bagian yang dapat dipegang waktu mengangkat mikroskop atau menggeser mikroskop.
11.      Cermin reflektor
Digunakan untuk menangkap cahaya yang masuk melalui lubang pada panggung mikroskop, yakni dengan cara mengubah-ubah letaknya. Cermin ini memiliki permukaan datar dan permukaan cekung. Permukaan datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang dan permukaan cekung digunakan jika cahaya kurang terang.
12.       Kaki mikroskop
Merupakan tempat mikroskop bertumpu. Kebanyakan kaki mikroskop berbentuk seperti tapal kuda.
Mempersiapkan Mikroskop
1.             Mikroskop diambil dari tempat penyimpanan mikroskop dengan menggunakan kedua tangan saat mengambil dan membawa mikroskop ke meja. Satu tangan memegang lengan mikroskop dan tangan lain memegang kaki mikroskop.
2.              Mikroskop ditempatkan di meja dengan kedudukan datar dan dihadapkan kearah cahaya.
3.             Sekrup pemutar besar diputar hingga tabung mikroskop turun sampai ke batas bawah.
4.             Revolver diputar sehingga lensa objektif dengan pembesaran lemah (missal 10x) tepat pada posisinya atau tepat berada di atas lubang panggung.
5.             Diafragma dibuka secara penuh. Kedudukan cermin diatur agar cahaya yang masuk terpantul melalui lubang pada panggung sehingga melalui lensa okuler akan tampak lingkaran cahaya yang terangnya merata. Lingkaran cahaya tersebut dikenal sebagai bidang pandang.
Cara Penggunaan Mikroskop
1. Jarak mata-okuler:
Untuk mencegah kelelahan mata, diperlukan penjagaan jarak antara mata dan okuler. Untuk menentukan jarak ini, mata mendekati okuler dari suatu jarak maksimum sekitar 1 cm. Jarak optimum dicapai pada saat medan pandang tampak sebesar-besarnya dan setajam-tajamnya. Selain itu, mata yang sebelah lagi harus tetap terbuka.
2. Pengamatan dimulai dengan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran lemah (misal 10x).
3. Sambil mengamati melalui lensa okuler, sekrup pemutar kasar diputar secara perlahan agar tabung mikroskop naik. Pada saat demikian, gambar dapat teramati meskipun belum begitu jelas. Untuk memperoleh gambit yang lebih jelas, sekrup pemutar halus diputar sehingga dapat diamati gambar yang lebih jelas dan lebih fokus.
4. Setelah mengamati gambar dengan menggunakan lensa objektif dengan pembesaran lemah (10x), objek yang sama coba diamati dengan menggunakan lensa dengan pembesaran yang lebih kuat (missal 40x) dengan cara memutar revolver sehingga lensa objektif 40x tepat mengarah ke lubang pada panggung.
Hal yang perlu diingat: selama pengamatan dengan pembesaran kuat tidak boleh mempergunakan sekrup pemutar kasar, untuk mendapatkan gambar yang baik (fokus) cukup digunakan sekrup pemutar halus.
Perawatan Mikroskop
1.      Memegang mikroskop dengan kedua tangan ketika mengangkatnya.
2.      Memulai pengamatan dengan pembesaran lemah sebelum menggunakan pembesaran kuat.
3.      Tidak memutar tombol dengan kasar.
4.      Menghilangkan kotoran pada lensa mikroskop:
Seringkali gambar mikroskop tetap kabur meski telah diusahakan penyetelan focus halus. Ini seringkali disebabkan lensa depan objektif yang kotor dan/atau lensa okuler. Untuk memastikan pada bagian mana lensa kotor, pertama-tama lensa okuler diputar, dan kemudian, bila perlu, lensa objektif diputar sambil mengamati cuplikan untuk menentukan kapan lapisan kotoran yang kabur bergerak. Kemudian lensa yang kotor dibersihkan dengan kertas transerat atau kertas lensa. Kondensor yang kotor pun dapat mengaburkan gambar.
Ketika membersihkan lensa depan objektif, harus diingat bahwa lensa terpasang pada perekat yang dapat melarut dalam pelarut organic. Oleh karena itu, lebih baik jika digunakan air suling untuk menghilangkan kotoran; jika tidak bisa, digunakan pelarut organik yang mudah menguap sesedikit mungkin, misalnya benzene atau eter minyak bumi.
5.      Memastikan mikroskop dalam keadaan kering, sebelum dan sesudah digunakan.
 Menghitung Pembesaran Gambar
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa sebuah mikroskop memiliki dua macam lensa, yaitu lensa okuler dan lensa objektif. Kedua lensa tersebut memiliki ukuran pembesaran tertentu. Pembesaran total untuk panjang tabung yang digunakan diperoleh dari pembesaran pada objektif dikalikan dengan pembesaran yang tertera pada okuler.
perbesaran objektif x perbesaran okuler = perbesaran total
10 x 8 = 80 x
10 x 12,5 = 125 x
40 x 8 = 320 x
40 x 12,5 = 500 x
Perbesaran total 80-125x (perbesaran rendah) dan 320-500x (perbesaran tinggi) yang diberikan pada contoh sudah cukup untuk memenuhi persyaratan normal. Perbesaran rendah (3,5 x 8 atau 3,5 x 12,5, yaitu perbesaran total 30-40x) dapat memperlihatkan tampak umum dari suatu cuplikan dan biasanya digunakan untuk pengamatan pertama pada seluruh cuplikan.

Senin, 16 Maret 2015

Teknologi Hologram 3D

Pernahkah Anda  terpikir memiliki sebuah perangkat Teknologi Hologram yang memungkinkan Anda melihat tayangan yang bisa dilihat sampai 360 derajat? Dimanakah Teknologi Hologram 3D ini dikembangkan? Siapakah pengembang Teknologi Optik Hologram? Dan Bagaimana pula cara kerjanya? Mari kita simak saja.
Ilmuwan dari Universitas Arizona telah mengembangkan sebuah teknologi di mana satu hari dapat digunakan untuk menyimpan data dalam jumlah besar dalam bentuk holografik. Menurut salah satu ilmuwan Nasser Peyghambarian, optik Hologram akan menawarkan aplikasi masa depan dalam pengobatan dan manufaktur serta dalam industri hiburan. Tim peneliti dari Universitas Arizona telah mengumumkan bahwa mereka berhasil mengembangkan gerakan tercepat hologram 3D.
Nasser Peyghambarian adalah salah satu ilmuan yang menemukan Teknologi 3D Hologram ini. Beliau mengatakan bahwa”Teknologi seperti komunikasi langsung dengan hologram tampaknya hanya ada di film. Dan kami adalah para ilmuwan mencoba untuk membawanya keluar ke dunia nyata, “katanya, seperti dilansir Alam. “Tapi sekarang kita telah menunjukkan bahwa menciptakan hologram yang dinamis ukuran dan resolusi seperti dalam film akan menjadi sebuah kenyataan,” tambahnya.
Nasser mengakui bahwa tantangan awal untuk mencapai kualitas hologram telah berhasil diatasi ketika tim berhasil menciptakan material yang mampu merekam dan menampilkan gambar 3D dengan refresh rate dua detik. Yang pasti, menurut Peyghambarian prototipe sistem informasi 3D dapat menangkap pengambilan gambar objek dari sudut yang berbeda – menggunakan 16 kamera untuk mengambil gambar dari objek setiap detiknya.
Gambar tesebut, selanjutnya diolah menjadi data pixel holografik oleh komputer dan mengirim sinyal dengan dua laser, yang kemudian menulis data dengan cara merekamnya. Selama proses penulisan, kedua bahan bergabung untuk menciptakan sebuah pola interferensi cahaya terang dan gelap, dan kemudian gambar 3D direkonstruksi dengan menembakkan cahaya lain.
Teknologi ini akan menjadi langkah awal dari teknologi masa depan. Saat ini sebagian besar perusahaan masih terfokus pada TV 3D dan gadget lainnya yang tidak memerlukan kacamata, dan tampaknya Toshiba akan menjadi perusahaan pertama yang akan merilis TV 3D yang tidak memerlukan kacamata ini. Set TV tersebut diungkapkan pada bulan Oktober tahun ini.
Kita ketahui bahwa dibioskop sekarang telah menampilkan beberapa film dengan menggunakan kaca mata teknologi 3D, namun perlahan hal ini akan membuat kita jenuh dan membuat mata jadi lelah karena mata terlalu fokus dengan efek yang ditampilkan. Awalnya memang menyenagkan namun coba gunakan kacamata 3D itu dalam waktu yang lama pasti akhirnya membuat sensasi menonton menjadi tidak nyaman. Tak perlu dikatakan, mengenakan kacamata menjadi menjengkelkan jika sobat berencana untuk menonton film 3D untuk waktu yang lama.


Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2012/04/teknologi-hologram-3d/#ixzz3UciV0wBl

Cara memakai dan melepas contact lens – Jenis dan manfaat contact lens

Cara memakai dan melepas contact lens – Jenis dan manfaat contact lens – Ketika cahaya masuk ke mata, maka akan diserap dan diubah menjadi sinyal listrik oleh saraf retina. Sinyal-sinyal ini kemudian dikirim ke otak di mana mereka ditafsirkan sebagai gambar visual.
Pada mata yang normal, sinar cahaya yang masuk ke mata melalui kornea (jendela mata) difokuskan oleh lensa kristal belakang pupil pada suatu titik langsung pada retina (jaringan saraf peka cahaya di belakang bola mata).
Namun, hanya sekitar empat dari sepuluh orang yang memiliki ketajaman penglihatan normal. Untuk yang lainnya,penglihatan yang jelas dapat diperoleh dengan memfokuskan kembali sinar cahaya dengan penggunaan lensa korektif.

Berikut Cara memakai dan melepas contact lens, serta Jenis-jenis contact lens yang tersedia dan manfaat memakai  contact lens

Bagaimana cara kerja lensa kontak?

  • Contact lens dibuat dengan hati-hati, sebuah cakram optik yang sangat tipis, dan umumnya dikenakan langsung pada mata. Contect lens akan nyaman melekat di tempatnya oleh bantuan lapisan alami air mata yang ada antara contact lens dan kornea.
  • Contact lens lebih nyaman karena dapat mengesampingkan hambatan-hambatan yang biasa pada kacamata , umumnya mengganggu garis pandang bagian atas, bawah dan samping mata.
  • Contact lens menawarkan penglihatan tepi yang luar biasa. Selain itu, contact lens dapat mengurangi atau menghilangkan distorsi gambar yang kadang-kadang disebabkan oleh kacamata.

Apa saja jenis-jenis contact lens?

Ada beberapa jenis contact lens yang dirancang sesuai dengan kondisi penglihatan yang paling umum:
Daily wear soft lenses  (Soft lens harian)
Terbuat dari plastik yang lembut dan fleksibel, yang dibuat dengan memungkinkan oksigen dapat melewati ke mata.
Manfaat
  • Masa adaptasi mata yang sangat singkat
  • Lebih nyaman dan lebih sulit untuk mengusir
  • Tersedia dalam tints dan kacamata juga
  • Cocok untuk gaya hidup yang aktif
  • Diperlukan pembersihan secara hati-hati diperlukan, produk perawatan lensa yang sederhana dan efektif
Daliy-wear disposable soft lenses(Soft lens harian sekali pakai)
Sekali pakai, jenis lensa harian yang dirancang untuk dikenakan seharian, dan dibuang di malam hari, dan kemudian diganti dengan yang baru lagi.
Manfaat
  • Biasanya tidak diperlukan perawatan lensa.
  • Menjamin lensa selalu segar dan bersih ketika diganti.
  • Cocok untuk gaya hidup yang aktif
Extended-wear soft lenses (Soft lens jangka panjang)
Manfaat
  • Tersedia untuk dipakai semalam.
  • Terbuat plastik yang lembut dan fleksibel yang dibuat untuk memungkinkan oksigen melewati ke mata.
  • Biasanya bisa diresepkan hingga sampai tujuh hari tanpa pelepasan.
Extended-wear disposable soft lenses (Soft lens jangka panjang sekali pakai)
Soft lens yang dipakai terus menerus dari satu sampai enam malam, dan kemudian dibuang.
Manfaat
  • Memerlukan sedikit atau tidak perlu pembersihan
  • Tersedia juga dalam tints dan kacamata
  • Lensa cadangan nyaman di pakai
Frequent and planned replacement soft lenses (softlens yang dapat dilepas pasang dengan jadwal)
Softlens harian atau yang diganti pada jadwal yang direncanakan, paling sering setiap dua minggu, bulanan atau bahkan 4 bulanan.
Manfaat
  • Menjamin lensa segar dan bersih ketika diganti
  • Tersedia salam sebagian besar resep
  • Lensa cadangan nyaman di pakai
Rigid Gas Permeable (RGP)
Terbuat dari plastik dan sedikit fleksibel dan memungkinkan oksigen melewati ke mata
Manfaat
  • Pandangan mungkin lebih tajam dari pada Soft lens
  • Mudah untuk diakai dan merawatnya
  • Tahan lama dengan umur pakai yang relatif panjang (1-2) tahun.
  • Tersedia dalam tints (untuk menangani keperluan)
  • Jadwal penggantian yang direncanakan juga tersedia

Cara menyisipkan contact lens dengan benar

  1. Cuci, bilas dan keringkan tangan sebelum menyentuh kontak.
  2. Satu jari yang basah dapat menyebabkan soft lens rata.
  3. Jangan gunakan kuku saat menangani lensa.
  4. Jika Anda sedang dekat wastafel, tutup saluran untuk menghindari kecelakaan.
  5. Selalu masukkan kontak Anda dalam urutan yang sama untuk menghilangkan ketukar.
  6. Tuangkan cairan lensa ke telapak tangan Anda.
  7. Periksa lensa dari partikel, kerak atau air mata.
  8. Tempatkan lensa dibagian atas jari telunjuk Anda
  9. Jika lensa bagian dalam ke luar, balikkan sebelum dilanjutkan untuk memasang.

Pemasangan contact lens

  1. Tahan kelopak mata atas pada bulu mata .
  2. Tarik kelopak bagian bawah mata Anda ke bawah menggunakan jari tengah
  3. Melihat ke langit-langit sehingga bagian putih mata terlihat dan posisi lensa ke bagian putih.
  4. Atau, Anda dapat berharap pada lensa dan dengan lembut menempatkan itu di tengah mata Anda
  5. Lepaskan jari Anda dan biarkan kelopak mata bawah lepas sebelum keatas
  6. Lihat ke bawah untuk memposisikan lensa
  7. Tutup mata Anda sejenak.
  8. Oleskan satu atau dua tetes kemata (pelumas lensa) jika terasa pandangan lensa kabur atau kering.
  9. Ulangi langkah yang sama untuk memasukkan lensa kiri (atau kedua) mata.
  10. Pastikan dokter mata Anda telah menunjukkan langkah-langkah sebelum melakukan pemasangan contact lens yang pertama kali.

Cara melepas contact lens

  • Membungkuk sehingga kepala sejajar dengan lantai, gelas di tangan kiri Anda berada di bawah mata kanan Anda. Tempatkan ibu jari Anda,jari tengah atau jari telunjuk tangan kanan Anda berada di sudut luar kelopak mata .
  • Lihatlah lurus ke bawah dan buka kedua mata yang lebar. Tarik jari Anda kearah atas dan ke bawah dan kemudian melepaskan lensa.
  • Bersihkan, bilas dan disinfeksi lensa setelah pelepasan atau sebelum memakainya kembali, lensa kontak bisa menjadi sumber pertumbuhan bakteri.
  • Pembersih enzim saja tidak dapat menggantikan desinfektan, meskipun ada produk serbaguna yang bisa berfungsi banyak jika digunakan sesuai petunjuk.
  • Jangan gunakan garam buatan sendiri yang tidak steril, air suling atau air keran untuk  perawatan lensa Anda.
  • Gunakan produk yang direkomendasikan oleh profesional perawatan mata. Tidak semua solusi pembersihan dapat digunakan untuk semua contact lens.
  • Karena alat pembersih juga dapat terkontaminasi selama digunakan.
  • Jangan biarkan ujung botol menyentuh permukaan termasuk contact lens Anda.

Jadwal normal pemakaian contact lens

  • Anda tidak harus memakai lensa selama 2 hari pertama, tapi seringlah berlatih untuk penyisipan dan penglepasan sampai mahir. Hal ini penting untuk membangun kebiasaan secara bertahap.
  • Anda harus memakai lensa 2 jam dalam sehari selama 2 hari,kemudian menambah waktu pemakaian sampai 3 jam selama 2 hari,  dan kemudian menambahkan satu jam pada setiap hari ketiga sampai semua tahap pembiasaan tercapai.

Apa manfaat memakai contact lens?

  • Bagi mereka yang bergaya hidup aktif, contact lens akan memberikan mata yang lebih alami, tanpa efek samping jika dipakai dan dipasang dengan benar. Baik untuk olahraga, untuk mengemudi, untuk keselamatan dll.
  • Bagi mereka yang ingin melihat tanpa kacamata atau canggung dengan kacamata, contact lesns akan memberikan kemudahan dan kenyamanan.
  • Bagi mereka yang ingin selalu mengubah warna mata mereka.
  • Bagi mereka yang bekerja atau berada di lingkungan di mana kacamata akan menyulitkan, contact lens memungkinkan untuk nyaman dipakai.
  • Bagi mereka yang berpikir jika operasi laser meakutkan dan mahal, contact lens dapat memberikan alternatif yang aman, nyaman dan murah.

Tips aman memakai contact lens

  • Kunjungi seorang ahlil perawatan mata terkemuka untuk pemeriksaan mata secara lengkap setiap 12 bulan,  atau lebih sering.
  • Gunakan contact lens yang diakui secara medis,  dan hanya jika diresepkan oleh seorang praktisi perawatan mata berlisensi.
  • Jangan pernah menukar contact lens dengan orang lain
  • Jangan memakai lensa lebih lama dari yang diresepkan, atau saat tidur kecuali telah di arahkan.
  • Jika mata menjadi merah atau iritasi, segera lepas lensa dan berkonsultasi dengan dokter Anda.
  • Ganti kontak seperti yang direkomendasikan oleh dokter, karena akan dipakai dari waktu ke waktu.
  • Membuang lensa sekali pakai setelah periode pengguaan yang direkomendasikan

Manfaat Kacamata Anti Radiasi Komputer

ADIDAS 5213 ALUMUNIUM Manfaat Kacamata Anti Radiasi Komputer

Mungkin anda pernah mengalami masalah pada mata anda ? Apakah itu terjadi ketika anda berlama lama atau bahkan hanya beberapa menit berhadapan dengan layar komputer atau leptop ? Tahukah Anda apa manfaat memakai kacamata anti radiasi komputer? Jika hal itu terjadi maka jangan di anggap remeh, karena mata adalah jendela dunia kita. Jangan menganggap masalah mata menjadi masalah yang sepele karena jika mata kita tidak dapat berfungsi maka dunia akan hampa dan gelap gulita, tentu hal tersebut tidak ingin kita alami bukan.
Lantas bagaimana jika mata kita sakit karena terlalu berlama lama berhadapan dengan layar PC atau perangkat elektronik ? Nah, disinilah kami dapat memberikan solusi tepat bagi anda yang merasakan masalah tersebut yaitu dengan menggunakan kacamata anti radiasi yang pastinya akan mengurangi radiasi yang terpancar dari sinar layar perangkat elektronik anda. Dengan adanya kacamata anti radiasi itu maka sinar yang memantul ke mata anda menjadi dapat tersaring dan mata menjadi lebih sehat dan tidak banyak mengeluarkan energi untuk mengurangi dampak sinar radiasi tersebut.
Sayangi dan rawatlah mata anda sejak dini aga masa depan menjadi lebih baik dan cemerlang, gunakan kacamata anti radiasi ketika bekerja di hadapan laptop atau sejenisnya, lalu rasakan Manfaat kacamata anti radiasi komputer prouk kami.
Demikian ulasan sekilas tentang manfaat kacamata anti radiasi dari kami semoga bermanfaat bagi anda.

Konsep Dan Cara Kerja Teleskop

Konsep dan Cara Kerja Teleskop

Saat malam hari yang cerah, Anda mungkin bisa keluar dan melihat bintang-bintang yang berkelip indah, bahkan Anda mungkin ingin melihat benda-benda di angkasa tersebut lebih dekat seperti bulan, planet dan bintang dengan bantuan teleskop. Teleskop adalah alat yang digunakan untuk memperbesar obyek yang jauh. Ada banyak jenis teleskop yang sudah dibuat manusia untuk berbagai keperluan. Kali ini, kita akan membahas bagaimana cara kerja teleskop, bagaimana sebuah benda kecil yang jauh dapat terlihat jelas seperti di depan mata kita.


Teleskop merupakan perangkat yang menakjubkan yang memiliki kemampuan untuk membuat objek yang jauh tampak lebih dekat. Teleskop memiliki berbagai bentuk dan ukuran, dari tabung plastik kecil yang bisa Anda beli di toko mainan hingga teleskop luar angkasa yang beratnya dapat mencapai beberapa ton. Teleskop amatir mungkin tidak sekuat Hubble tapi sudah cukup untuk melakukan beberapa hal luar biasa. Sebagai contoh, teleskop kecil 6-inci dapat melihat tulisan pada sebuah koin dari jarak lebih dari 50 meter.
Konsep dan Cara Kerja Teleskop
Teleskop Hubble

Sebagian besar teleskop yang Anda lihat pada dasarnya terdiri dua jenis:
  • Teleskop refraktor, yang menggunakan lensa kaca.
  • Teleskop reflektor, yang tidak menggunakan lensa tapi menggunakan cermin.
Kedua jenis teleskop tersebut memiliki fungsi yang sama persis, tetapi dalam teknik dan cara yang sangat berbeda.
Konsep dan Cara Kerja Teleskop

Untuk memahami bagaimana cara kerja teleskop, Anda dapat menjawab pertanyaan berikut: Mengapa Anda tidak dapat melihat obyek yang jauh, seperti contoh koin di atas? Jawaban atas pertanyaan ini sangat sederhana: objek tidak memakan banyak ruang pada layar mata Anda, yaituretina. Jika Anda memiliki "mata yang lebih besar," Anda bisa mengumpulkan lebih banyak cahaya dari objek dan membuat gambar lebih terang, dan kemudian Anda bisa memperbesar bagian dari gambar sehingga membentang sebesar piksel pada retina mata Anda. Dua benda di dalam teleskop membuat hal ini mungkin terjadi:
  • Lensa objektif (pada refraktor) atau cermin primer (pada reflektor) mengumpulkan banyak cahaya dari sebuah objek yang jauh dan membawa cahaya atau gambar tersebut ke sebuah titik atau disebut fokus.
  • Lensa okuler mengambil cahaya terang dari fokus lensa objektif atau cermin primer dan "menyebarkan" (memperbesar) pada area retina. Ini adalah prinsip yang sama seperti kaca pembesar (lensa), dibutuhkan sebuah gambar kecil di atas kertas dan menyebar di bagian atas retina mata Anda sehingga benda terlihat besar.
Ketika Anda menggabungkan lensa objektif atau cermin primer dengan lensa mata, Anda sudah memiliki teleskop. Sekali lagi, teknik dasarnya adalah untuk mengumpulkan banyak cahaya untuk membentuk gambar terang di dalam teleskop, dan kemudian menggunakan sesuatu seperti kaca pembesar untuk memperbesar gambar terang sehingga tidak memakan banyak ruang pada retina Anda.

Sebuah teleskop memiliki dua sifat umum:
  • Seberapa baik dapat mengumpulkan cahaya
  • Seberapa banyak gambar yang dapat diperbesar
Kemampuan teleskop untuk mengumpulkan cahaya berhubungan secara langsung dengandiameter lensa atau cermin (aperture) yang digunakan untuk mengumpulkan cahaya. Umumnya, semakin besar aperture, semakin banyak cahaya yang dapat dikumpulkan dan difokuskan, dan lebih cerah gambar akhir yang tampak.

Perbesaran pada teleskop, kemampuannya untuk memperbesar gambar tergantung pada kombinasi lensa yang digunakan. Lensa bertugas melakukan pembesaran. Karena setiap perbesaran dapat dicapai dengan hampir semua teleskop dengan menggunakan lensa yang berbeda, aperture adalah fitur yang lebih penting daripada pembesaran.

Refraktor ditemukan oleh Hans Lippershey dari Middleburg, Belanda pada tahun 1608. Desain yang digunakan adalah kombinasi lensa cembung dan cekung. Pada 1611, Kepler meningkatkan desain dengan menggunakan dua lensa cembung, yang membuat gambar terbalik. Desain Kepler masih digunakan sebagai desain utama pada refraktor saat ini, dengan perbaikan pada lensa dan kaca.

Konsep dan Cara Kerja Teleskop
Refraktor

Refraktor adalah jenis teleskop yang mungkin sering kita jumpai, memiliki bagian-bagian sebagai berikut:
  • Tabung panjang, terbuat dari logam, plastik, atau kayu
  • Kombinasi lensa kaca di ujung depan (lensa objektif)
  • Kombinasi lensa kaca kedua (lensa mata)
Tabung memegang lensa di tempat dan jarak yang tepat satu sama lain. Tabung juga membantu untuk menghindari keluar debu, kelembaban dan cahaya yang dapat mengganggu pembentukan citra yang baik. Lensa objektif mengumpulkan cahaya, dan membias ke fokus dekat bagian belakang tabung. Lensa mata membawa foto ke mata Anda, dan memperbesar gambar.
Refractors memiliki resolusi yang baik, cukup tinggi untuk melihat detail dalam planet dan bintang biner. Namun, sulit dibuat dalam ukuran lensa objektif besar.

Reflektor dikembangkan oleh Isaac Newton sekitar tahun 1680. Alih-alih menggunakan lensa untuk mengumpulkan cahaya, Newton menggunakan cermin logam (cermin primer) melengkung untuk mengumpulkan cahaya dan mencerminkan ke fokus. Cermin tidak memiliki masalah chromatic aberration seperti yang dimiliki lensa. Newton menempatkan cermin utama di bagian belakang tabung. Karena cermin memantulkan cahaya kembali ke dalam tabung, maka harus menggunakan datar cermin kecil (cermin sekunder) di jalur fokus cermin utama untuk membelokkan gambar keluar melalui sisi tabung yang diteruskan ke lensa mata.
Konsep dan Cara Kerja Teleskop
Reflektor

Sebagai tambahan, semua reflektor mengalami sejumlah kehilangan cahaya, karena dua alasan: Pertama, cermin sekunder menghalangi sejumlah cahaya yang masuk ke teleskop. Kedua, tidak ada lapisan reflektif cermin yang mengembalikan 100 persen cahaya.

Teleskop dapat membuat langit malam lebih dekat dengan Anda, dan membuatnya lebih jelas. Anda tidak harus memiliki teleskop yang terkuat untuk melihat detail dari beberapa benda-benda langit. Tapi mencari menentukan apa yang ingin dilihat adalah hal yang paling penting untuk menentukan jenis teleskop yang tepat.

 

Blogger news

Blogroll

About