Pegertian Serat Optik
Serat Optik adalah
saluran transmisi yang terbuat dari
kaca atau
plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal
cahaya
dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam Serat Optik
sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks
bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah
laser
karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi
Serat Optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai
saluran komunikasi.
Serat Optik umumnya digunakan dalam sistem
telekomunikasi serta dalam
pencahayaan,
sensor, dan
Optik pencitraan.
Serat Optik terdiri dari 2 bagian, yaitu
cladding dan
core.
Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada
core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.
Efisiensi dari Serat Optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan
penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang
diserap oleh Serat Optik.
Karakteristik yang membedakan Serat optik dari twisted pair/coaxibel cable :
- Kapasitas yang lebih besar
- Ukuran yang lebih kecil & bobot yang lebih ringan
- Atenuasi yang lebih rendah
- Isolasi elektromagnetik
- Jarak repeater yang lebih besar
Struktur Serat Optik pada umumnya terdiri dari 3 bagian yaitu:
- Bagian yang paling utama dinamakan bagian inti (core),
dimana gelombang cahaya yang dikirimkan akan merambat dan mempunyai
indeks bias lebih besar dari lapisan kedua. Terbuat dari kaca (glass) yang berdiameter antara 2 125 m, dalam hal ini tergantung dari jenis Serat optiknya.
- Bagian yang kedua dinamakan lapisan selimut (Cladding),
dimana bagian ini mengelilingi bagian inti dan mempunyai indeks bias
lebih kecil dibandingkan dengan bagian inti. Terbuat dari kaca yang
berdiameter antara 5 250 m, juga tergantung dari jenis Serat
optiknya.
- Bagian yang ketiga dinamakan lapisan jaket (Coating), dimana bagian ini merupakan pelindung lapisan inti dan selimut yang terbuat dari bahan plastik yang elastic.
a. Numerical Aperture (NA)
- Karakteristik Serat Optik
Numerical Aperture merupakan parameter yang
merepresentasikan sudut penerimaan maksimum dimana berkas cahaya masih
bisa diterima dan merambat didalam inti Serat. Sudut penerimaan ini
dapat beraneka macam tergantung kepada karakteristik indeks bias inti
dan selubung Serat Optik.
Jika sudut datang berkas cahaya lebih besar dari NA atau sudut kritis
maka berkas tidak akan dipantulkan kembali ke dalam Serat melainkan
akan menembus
cladding dan akan keluar dari Serat. Semakin
besar NA maka semakin banyak jumlah cahaya yang diterima oleh Serat.
Akan tetapi sebanding dengan kenaikan NA menyebabkan lebar pita
berkurang, dan rugi penyebaran serta penyerapan akan bertambah. Oleh
karena itu, nilai NA besar hanya baik untuk aplikasi jarak-pendek dengan
kecepatan rendah.
b. Redaman
Redaman/atenuasi Serat Optik merupakan karakteristik penting yang
harus diperhatikan mengingat kaitannya dalam menentukan jarak pengulang (
repeater), jenis pemancar dan penerima optik yang harus digunakan.
Redaman serat biasanya disebabkan oleh karena penyerapan/absorpsi
energi sinyal oleh bahan, efek scattering/penghamburan dan pengaruh
radiasi/pembengkokan. Semakin besar atenuasi berarti semakin sedikit
cahaya yang dapat mencapai detektor dan dengan demikian semakin pendek
kemungkinan jarak span antar pengulang.
c. Dispersi
Dispersi adalah pelebaran pulsa yang terjadi ketika sinyal merambat
melalui sepanjang serat optik. Dispersi akan membatasi lebar pita (
bandwidth)
dari Serat. Dispersi yang terjadi pada Serat secara garis besar ada dua
yaitu dispersi intermodal dan dispersi intramodal dikenal dengan nama
lain
dispersi kromatik disebabkan oleh
dispersi material dan
dispersi wavegiude.
Serat optic terbuat dari bahan dielektrik berbentuk seperti kaca
(glass). Di dalam Serat inilah energi cahaya yang dibangkitkan oleh
sumber cahaya disalurkan (
ditransmisikan) sehingga dapat diterima di ujung unit penerima (
receiver).
Kategori Dasar Aplikasi Serat Optik
Ada 4 kategori dasar aplikasi yang sangat pnting untuk serat optik:
a. Long Haul trunk biasa digunakan untuk jaringan telepon panjangnya kira – kira 1500 km, kapasitasnya tinggi.
b. Metropolitan trunk : memiliki panjang kira – kira 12 km dan memiliki dan memiliki kurang lebih 100.000 saluran.
c. Rural exchange trunk : memiliki panjang sirkuit
berkisar antara 40 sampai 160 km, menghubungkan daerah perkotaan dan
pedesaan, dan memiliki saluran suarakurang dari 5000.
d. Subcriber loop local area network : adalah serat yang langsung menghubungkan stasiun sentral secara langsung ke pelanggan.
Jenis – Jenis Kabel Serat Optik
Menurut jenisnya, kabel serat optik dibedakan menjadi 3 macam :
a. Single Mode Fiber
Pada single mode fiber, terlihat pada gambar bahwa index bias akan berubah dengan segera pada batas antara
core dan
cladding (
step index). Bahannya terbuat dari silica glass baik untuk
cladding maupun
corenya. Diameter
core jauh lebih kecil
10
m) dibandingkan dengan diameter
cladding, konstruksi demikian dibuat untuk mengurangi rugi-rugi transmisi akibat adanya fading.
Single mode fiber sangat
baik digunakan untuk menyalurkan informasi jarak jauh karena di samping
rugi-rugi transmisi yang kecil juga mempunyai band frkuensi yang lebar.
Misalnya untuk ukuran 10/125 m, pada panjang gelombang cahaya 1300 nm,
redaman maksimumnya 0,4 – 0,5 dB/km dan lebar band frekwensi minimum
untuk 1 km sebesar 10 GHz.. Perambatan cahaya dalam single mode fiber
adalah sebagai berikut
Single mode fiber dapat juga dibuat dengan index bias yang berubah secara perlahanlahan (
graded index).
b. Multimode Step Index Fiber
Serat optik ni pada dasarnya mempunyai diameter
core yang besar (
50 – 400 um) dibandingkan dengan diameter
cladding (
125 – 500 um). Sama halnya dengan single mode fiber, pada serat optik ini terjadi perubahan index bias dengan segera (
step index) pada batas antara
core dan
cladding. Diameter core yang besar (
50 – 400 um) digunakan untuk menaikkan effisiensi
coupling pada
sumber cahaya yang tidak koheren seperti LED. Karakteristik penampilan
serat optik ini sangat bergantung pada macam material/bahan yang
digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan prosentase bahan
silica pada serat optik ini akan meningkatkan penampilan (
performance). Tetapi jenis serat optik ini tidak populer karena meskipun kadar
silicanya
ditingkatkan, rugi-rugi dispersi sewaktu transmit tetap besar, sehingga
hanya baik digunakan untuk menyalurkan data/informasi dengan kecepatan
rendah dan jarak relatif dekat. Perambatan gelombang pada
multimode step index fiber sebagai berikut :
c. Multimode Graded index
Multimode graded index dibuat dengan menggunakan bahan multi
component glass atau dapat juga dengan
silica glass baik untuk
core maupun
claddingnya. Pada serat optik tipe ini, indeks bias berubah secara perlahan-lahan (
graded index multimode). Indeks bias inti berubah mengecil perlahan mulai dari pusat
core sampai batas antara
core dengan
cladding.
Makin mengecilnya indeks bias ini menyebabkan kecepatan rambat cahaya
akan semakin tinggi dan akan berakibat dispersi waktu antara berbagai
mode cahaya yang merambat akan berkurang dan pada akhirnya semua mode
cahaya akan tiba pada waktu yang bersamaan dipenerima (ujung serat
optik). Diameter
core jenis serat optik ini lebih kecil dibandingkan dengan diameter
core jenis serat optic
Multimode Step Index, yaitu 30 – 60 um untuk
core dan 100 – 150 um untuk
claddingnya.
Biaya pembuatan jenis serat optik ini sangat tinggi bila dibandingkan dengan jenis
Single mode. Rugi-rugi transmisi minimum adalah sebesar 0,70 dB/km pada panjang gelombang 1,18 um dan lebar
band frekwensi
150 MHz sampai dengan 2 GHz. Oleh karenanya jenis serat optik ini
sangat ideal untuk menyalurkan informasi pada jarak menengah dengan
menggunakan sumber cahaya LED maupun LASER, di samping juga
penyambungannya yang relatif mudah. Perambatan gelombang cahaya pada
jenis serat optik ini sebagai berikut :
2. Pembagian Jenis Kabel Serat Optik
Pembagian serat optik dapat dilihat dari 2 macam perbedaan :
a. Berdasarkan Mode yang dirambatkan :
- Single mode : serat optik dengan core yang sangat
kecil, diameter mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk
ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding cladding.
- Multi mode : serat optik dengan diameter core yang agak
besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding
cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik
jenis ini.
b. Berdasarkan indeks bias core :
- Step indeks : pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang homogen.
- Graded indeks : indeks bias core semakin mendekat ke arah
cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki
nilai indeks bias yang paling besar. serat graded indeks memungkinkan
untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang
terjadi dapat diminimalkan.
c. Bagian – bagian Serat Optik Jenis Single Mode
Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit
Error Rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu
dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang
rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan
menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut
dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat
optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan
besarnya.
D. Karakter Transmisi pada Serat Optik
Sistem serat optic beroperasi pada daerah 100.000 sampai dengan 1000.000 GHz.
Prinsip kerja transmisi serat optic adalah sebagai berikut :
- Cahaya dari suatu sumber masuk kesilinder kaca atau pelastik core.
- Berkas cahaya dipantulkan dan dipropagasikan sepanjang serat, sedangkan sebagian lagi diserap oleh material sekitarnya.
Serat optic mentransmisikan berkas cahaya yang ditandai dengan sebuah sinyal dengan memakai
total internal reflection.
Refleksi jenis ini terjadi pada berbagai media transparan yang memiliki
indeks refraksilebih tinggi dibandingkan media disekelilingnya.
Dampak, serat optic bertindak sebagai pengarah gelombang
(waveguide) untuk frekuensi dalam rentang sekitar 100 terra hingga 1000 terra hertz. Hal ini menutupi bagian inframerah dan cahaya tampak.
KONEKTOR SERAT OPTIK
A. Jenis – jenis Konektor Serat Optik/Fiber Optik
Sekarang kita coba mengenal jenis-jenis konektor fiber optic jenis
konektor ada beberapa yang sering digunakan seperti ST, SC, FC, LC ,SMA
dll , konektor yang biasa digunakan untuk koneksi OTB adalah konektor ST
atau FC .
B. Pengertian Fiber Optik, Cara kerjanya dan keuntungannya
Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta
berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa
fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel
optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar
dalam jarak yang sangat jauh.
CARA KERJA FIBER OPTIC
Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul
dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena
cladding sama sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi
dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi,
ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang
sinyal.
KEUNTUNGAN FIBER OPTIC
- Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.
- Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
- Kapasitas lebih besar.Sinyal degradasi lebih kecil.
- Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.
- Fleksibel.
- Sinyal digital.
C. Tempat pemasangan kabel Serat Optik
- Di wilayah perkotaan banyak lekukan dansaluran yang sudah dipenuhi
oleh kabel lain sehingga pemasangan infrastruktur baru selala dibuat
dalam jumlah kecil, dengan radius belokan serat dan kabel diusahakan
tetap kecil.
- Kabel dalam bermacam – macam kondisi, seperti diluar atau di bawah
tanah, di udara atau di dalam ruangan. Konsekuensinya, banyak kondisi
termal, mekanikal dan tekanan lain yang harus diterima kabel serat optik
tersebut.
- Hindari penyambung yang terlalu banyak. Usahakan seminimal mungkin
agar tidak perlu menggunakan teknisi yang terlatih dan dapat
dipersiapkan dengan mudah.
- Jangan sampai teerjadi banyak tekukan dan kebocoran jaket pelindung yang dapat menyebabkan kebocoran cahaya.
- Biaya jalur koneksi global harus menjadi lebih murah.
JENIS SUMBER CAHAYA YANG BERBEDA PADA SERAT
OPTIK, KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN SERAT OPTIK
A. Light Emitting Diode (LED)
Light Emitting Diode (LED) adalah
suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak
koheren ketika diberi tegangan maju. Gejala ini termasuk bentuk
elektroluminesensi. Warna yang dihasilkan bergantung pada bahan
semikonduktor yang dipakai, dan bisa juga dekat ultraviolet, tampak,
atau inframerah.
1. Prinsip Kerja LED
Di dalam LED terdapat sejumlah zat kimia yang akan mengeluarkan
cahaya jika elektron-elektron melewatinya. Dengan mengganti zat kimia
ini, kita dapat mengganti panjang gelombang cahaya yang dipancarkan,
seperti infrared, hijau/biru/merah dan ultraviolet.
2. Cara Kerja LED
Kita sudah tau bahwa LED adalah dioda, sehingga memiliki kutup (
polar ). Arah arus konvensional hanya dapat mengalir dari anoda ke
katoda. Dan bagaimana kita dapat membedakan kutup-kutupnya ? Perhatikan
bahwa 2 kawat ( kaki ) pada LED memiliki panjang yang berbeda. Kawat
yang panjang adalah anoda sedangkan yang pendek adalah katoda. Ada cara
lain lagi, yaitu jika kamu melihat dari atas, kamu akan mengetahui ada
sisi yang datar. Sisi yang datar itu adalah katoda. Jika kamu lihat ke
dalamnya, kamu dapat membedakannya berdasarkan bentuk yang terlihat.
Dan bagaimana dengan LED bertipe surface mount ( SMD ) ?
Prinsip kerjanya masih sama, hanya bentuknya saja yang berbeda. Ada
beberapa cara yang berbeda untuk menandai kutup dari LED SMD, Jadi cara
yang terbaik adalah mengecek pada datasheet.
Keuntungan dari lampu LED:
a)
Led Lights tidak mengandung Mercury
b) Jauh lebih hemat dalam hal pemakain listrik
c) Daya tahan lebih lama, yaitu 60x lebih lama dibanding dengan
tipe lampu Incandescent dan 10x lebih lama dibanding tipe Fluorescent.
d) Lampu
Led Outdoor Lights juga tidak menghasilkan panas sehingga dapat menghemat pemakaian AC (air conditioning).
Selain keuntungan dari
Led Display, tentu saja saja ada kerugiannya yaitu harga
Led Outdoor atau
Led Indoornya jauh lebih mahal dibandingkan lampu biasa.
B. Injection Laser Diode (ILD)
Sebuah perangkat semikonduktor solid state terdiri dari pada satu pn
mampu memancarkan koheren, dirangsang radiasi di bawah syarat-syarat
tertentu.
Sebuah
dioda laser adalah
laser dimana medium aktif sebuah
semikonduktor mirip dengan yang ditemukan dalam
dioda pemancar cahaya. Yang paling umum dan praktis jenis dioda laser dibentuk dari
pn junction dan didukung oleh menyuntikkan
arus listrik.
Perangkat ini kadang-kadang disebut sebagai
dioda laser injeksi untuk membedakan mereka dari (optis)
dipompa dioda laser, yang lebih mudah diproduksi di laboratorium.
Tipe ILD yang beroperasi berdasarkan prinsip laser, lebih efisien dan
dapat meneruskan data rate lebih bear. Ada kaitan antara panjang
gelombang yang digunakan, tipe transmisi dan data rate yang dikirimkan.
1. Jenis – jenis Laser Diode (ILD)
Dioda laser yang sederhana struktur, yang dijelaskan di atas, adalah
sangat tidak efisien. Perangkat seperti itu membutuhkan begitu banyak
kekuatan yang mereka hanya bisa mencapai operasi berdenyut tanpa
kerusakan. Walaupun secara historis penting dan mudah untuk menjelaskan,
perangkat tersebut tidak praktis.
a. Double heterostructur laser
Dalam perangkat ini, lapisan rendah
bandgap bahan diapit dua lapisan bandgap tinggi. Satu umum digunakan pasangan bahan baku
gallium arsenide (Gaas) dengan
aluminium gallium arsenide (Al
x Ga
(1-x) As). Setiap persimpangan antara bahan bandgap yang berbeda disebut
heterostructure, maka nama “heterostructure ganda laser” atau
DH laser. Jenis dioda laser yang dijelaskan dalam bagian pertama dari artikel mungkin akan disebut sebagai
homojunction laser, untuk kontras dengan perangkat ini lebih populer.
Keuntungan dari DH laser adalah bahwa wilayah di mana elektron bebas dan lubang yang ada secara
bersamaan-daerah aktif-hanya
terbatas pada lapisan menengah tipis. Ini berarti bahwa banyak lebih
dari pasangan elektron-lubang dapat berkontribusi untuk penguatan-tidak
begitu banyak yang tertinggal di pinggiran memperkuat buruk. Selain itu,
cahaya ini tercermin dari heterojun
b. Quantum baik laser
Jika lapisan tengah dibuat cukup tipis, ia bertindak sebagai
kuantum baik. Ini berarti bahwa variasi vertikal elektron
fungsi gelombang, dan dengan demikian komponen energi, adalah quantised. Efisiensi sebuah
sumur kuantum laser lebih besar daripada laser massal karena
negara kepadatan
elektron fungsi dalam sistem sumur kuantum memiliki tepi mendadak yang
memusatkan energi elektron dalam menyatakan bahwa berkontribusi pada
tindakan laser. Laser mengandung lebih dari satu sumur kuantum lapisan
yang dikenal sebagai
kuantum juga beberapa laser. Beberapa sumur kuantum meningkatkan gain tumpang tindih kawasan dengan optik
Waveguide modus. Lebih jauh perbaikan dalam efisiensi laser juga telah dibuktikan dengan mengurangi sumur kuantum lapisan ke
kawat kuantum atau ke “laut” dari
titik kuantum.
c. Quantum cascade laser
Dalam
laser kaskade kuantum,
perbedaan antara tingkat energi dengan baik kuantum digunakan untuk
transisi laser bukan bandgap. Hal ini memungkinkan tindakan laser yang
relatif panjang
gelombang, yang dapat disetel hanya dengan mengubah ketebalan lapisan. Mereka heterojunction laser.
d. Distributed umpan laser
Umpan didistribusikan laser (DFB) adalah yang paling umum jenis pemancar di
DWDM-sistem.
Menstabilkan lasing panjang gelombang, kisi difraksi yang tergores
dekat dengan pn dari dioda. Kisi-kisi ini bertindak seperti penyaring
optik,menyebabkan panjang gelombang tunggal untuk diberi makan kembali
ke daerah dan memperoleh lase. Karena kisi memberikan umpan balik yang
diperlukan untuk lasing, refleksi dari segi tidak diperlukan. Dengan
demikian, setidaknya satu segi dari DFB adalah
dilapisi anti-refleksi.
The DFB laser memiliki panjang gelombang yang stabil yang ditetapkan
oleh manufaktur selama nada kisi-kisi, dan hanya dapat disetel sedikit
dengan suhu. Seperti laser adalah pekerja keras menuntut komunikasi
optik.
e. VCSels
Vertical-rongga permukaan-memancarkan laser
(VCSELs) memiliki rongga optik sumbu sepanjang arah aliran arus dan
bukan tegak lurus terhadap aliran arus seperti pada dioda laser
konvensional. Panjang daerah yang aktif sangat pendek dibandingkan
dengan dimensi lateral sehingga radiasi yang muncul dari permukaan
rongga bukan dari tepi. Para reflektor pada ujung rongga adalah
cermin dielektrik dibuat dari bolak tinggi dan rendah indeks bias gelombang seperempat multilayer tebal.
Ada beberapa keuntungan untuk memproduksi VCSELs bila dibandingkan
dengan proses produksi tepi-memancarkan laser. Ujung-emitter tidak dapat
diuji sampai akhir proses produksi. Jika ujung-emitor tidak bekerja,
apakah karena kontak buruk atau miskin kualitas pertumbuhan material,
waktu produksi dan pengolahan bahan-bahan yang telah sia-sia. Selain
itu, karena memancarkan sinar VCSELs tegak lurus terhadap daerah aktif
dari laser sebagai lawan sejajar dengan tepi sebagai emitor, puluhan
ribu VCSELs dapat diproses secara simultan pada tiga inci wafer gallium
arsenide. Selain itu, meskipun proses produksi VCSEL lebih banyak tenaga
kerja dan materi intensif, hasil dapat dikendalikan untuk hasil yang
lebih dapat diprediksi.
f. VECSELs
Eksternal-vertikal permukaan rongga-memancarkan laser,atau
VECSELs, mirip dengan VCSELs. Dalam VCSELs,cermin biasanya tumbuh
epitaxially
sebagai bagian dari struktur dioda,atau tumbuh secara terpisah dan
terikat langsung ke berisi semikonduktor daerah aktif.VECSELs dibedakan
oleh konstruksi dimana salah satu dari dua mirror yang berada di luar
struktur dioda. Akibatnya, rongga mencakup wilayah ruang bebas. Tipikal
jarak dari dioda ke cermin eksternal akan menjadi 1 cm.
Salah satu fitur yang paling menarik dari setiap VECSEL adalah
tipis-an memperoleh semikonduktor daerah di arah propagasi, kurang dari
100 nm. Sebaliknya, sebuah pesawat konvensional dalam cahaya
semikonduktor laser mensyaratkan jarak propagasi lebih dari 250 μm ke
atas sampai 2 mm atau lebih. Arti penting dari jarak propagasi pendek
adalah bahwa hal itu menyebabkan efek “antiguiding” nonlinearities di
daerah memperoleh dioda laser harus diminimalkan. Hasilnya adalah besar
penampang optik single-mode berkas yang tidak dicapai dari dalam pesawat
( “ujung-memancarkan”) dioda laser.
Beberapa pekerja menunjukkan dipompa VECSELs optik, dan mereka terus
dikembangkan untuk banyak aplikasi termasuk sumber daya tinggi untuk
digunakan dalam industri permesinan (pemotongan, meninju, dll) karena
mereka sangat tinggi dan efisiensi daya ketika dipompa oleh multi-mode
dioda laser bar .
Aplikasi untuk dipompa listrik termasuk proyeksi VECSELs menampilkan, dilayani oleh
menggandakan frekuensi yang hampir-IR emitter VECSEL untuk menghasilkan cahaya biru dan hijau.
C. Keuntungan dan Kerugian dari Serat Optik
a) Keuntungan serat optik
- Mempunyai lebar pita frekuensi (bandwith yang lebar).
Frekuensi pembawa optik bekerja pada daerah frekuensi yang tinggi
yaitu sekitar 10^13 Hz sampai dengan 10^16 Hz, sehingga informasi yang
dibawa akan menjadi banyak.
- Redaman sangat rendah dibandingkan dengan kabel yang terbuat dari
tembaga, terutama pada frekuensi yang mempunyai panjang gelombang
sekitar 1300 nm yaitu 0,2 dB/km.
- Kebal terhadap gangguan gelombang elektromagnet. Fiber optik terbuat
dari kaca atau plastik yang merupakan isolator, berarti bebas dari
interferensi medan magnet, frekuensi radio dan gangguan listrik.
- Dapat menyalurkan informasi digital dengan kecepatan tinggi.
Kemampuan fiber optik dalam menyalurkan sinyal frekuensi tinggi, sangat
cocok untuk pengiriman sinyal digital pada sistem multipleks digital
dengan kecepatan beberapa Mbit/s hingga Gbit/s.
- Ukuran dan berat fiber optik kecil dan ringan. Diameter inti fiber
optik berukuruan micro sehingga pemakaian ruangan lebih ekonomis.
- Tidak mengalirkan arus listrik Terbuat dari kaca
atau plastik sehingga tidak dapat dialiri arus listrik (terhindar dari
terjadinya hubungan pendek)
b) Kerugian serat optik
- Konstruksi fiber optik lemah sehingga dalam pemakaiannya diperlukan lapisan penguat sebagai proteksi.
- Karakteristik transmisi dapat berubah bila terjadi tekanan dari luar yang berlebihan.
- Tidak dapat dialiri arus listrik, sehingga tidak dapat memberikan catuan pada pemasangan repeate.